Alasan Mengapa Proyek anda Bermasalah

Ada proyek bermasalah? mungkin anda sudah tidak asing mendengar kata ini. Proyek pembangunan memang sesuatu yang kompleks, rumit, membangun rumah juga tidak lah sesederhana yang dibayangkan. Ada banyak masalah yang terjadi di proyek bangunan diantaranya waktu molor, biaya bengkak, terjadi kecurangan, material tidak sesuai spek, dan lain-lain.

proyek bermasalahTahukah anda masalah pada proyek secara umum bersumber dari 2 orang, pertama yaitu dari si pemborong / kontraktor, kedua adalah dari si owner / pemilik rumah itu sendiri. Mungkin anda heran mengapa pemilik rumah juga bisa menjadi pemicu masalah? Akan dijelaskan nanti dibawah. Berikut ini adalah penjelasannya:

Masalah disebabkan oleh si kontraktor / pemborong

Pemborong bermasalah, kontraktor nakal, atau apapun istilahnya, anda pasti sudah tidak asing mendengarnya bukan? Salah satu penyebab proyek bermasalah pertama adalah kontraktor yang tidak jujur. Tidak jujur di sini dalam arti melakukan kecurangan dalam pelaksanaan proyek. Tahukah anda ada banyak sekali trik untuk mengakali sebuah pekerjaan. Terutama pada bagian dalam yang tidak kelihatan, struktur misalnya. Contoh kecurangan yang dilakukan, mengurangi campuran semen dalam adukan, menggunakan diameter besi tulangan yang terlalu kecil, mengurangi kedalaman pondasi / footplat, mengurangi jumlah struktur kolom / sloof / balok, dan lain sebagainya. kecurangan di atas tentunya sangat merugikan, dan bisa jadi membahayakan. Karena jika sudah mengurangi spesifikasi struktur, maka kekuatan bangunan menjadi kurang kuat. Struktur yang tidak kuat akan berbahaya jika terjadi gempa.

Penyebab / alasan kontraktor nakal

Mengapa kontraktor berbuat curang / nakal. Ada 2 faktor yaitu faktor internal (dari kontraktor itu sendiri) dan faktor eksternal (tekanan dari pihak luar). Kontraktor berbuat curang bisa jadi karena orang yang bersangkutan memang tidak jujur, serakah, ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya. Atau bisa juga karena salah estimasi, rugi, sehingga mau tidak mau harus mencari akal untuk meyelesaikan proyeknya.

Namun tidak semua kontraktor nakal itu jahat, ada juga yang “terpaksa” karena faktor dari luar, diantaranya adalah adanya tuntutan yang tidak masuk akal, tuntutan harga yang terlalu murah, pemilik rumah yang terlalu perfeksionis,  faktor lingkungan sekitar proyek yang kurang ramah, adanya pungutan liar / biaya keamanan dari preman sekitar lokasi, dan lain sebagainya.

Masalah dipicu oleh si pemilik Rumah / Owner

Pembahasan di sini mungkin sedikit menarik, anda pasti pernah mendengar istilah “pembeli adalah raja”. Namun bagaimana bisa pembeli yang “raja” itu menjadi pemicu masalah dalam proyek? Berikut ini adalah penjelasan beberapa masalah yang berasal dari pemilik rumah.

Owner yang terlalu perfeksionis

Berdasarkan pengalaman saya, proyek yang ownernya terlalu perfeksionis biasanya rawan konflik. Perlu diketahui bahwa pekerjaan bangunan adalah menggunakan tangan manusia, bukan mesin, jadi faktor cacat / ketidaksempurnaan pasti ada. Entah itu dinding yang miring 1cm, keramik yang natnya beda 1mm, acian yang sedikit bergelombang, acian yang retak rambut, dan banyak lagi.

Sebuah pekerjaan memang seharusnya dikerjakan dengan rapi dan hati-hati, tapi tentu ada toleransinya. Seringkali owner yang perfeksionis ingin pekerjaan yang benar-benar rapi 99 persen. Kalau si owner berani bayar dengan harga mahal mungkin masih masuk diakal, namun kenyataan yang biasa terjadi di lapangan adalah… orang ingin pekerjaannya bagus tapi mintanya harga murah… Hal ini tentunya tidak seimbang, dan yang seperti ini biasanya akan memicu masalah di proyek.

Menuntut harga yang terlalu murah

Siapa yang tidak ingin harga murah? semua pembeli pasti ingin mendapatkan harga yang semurah-murahnya. Tapi saya tegaskan di sini, membangun rumah yang “baik” itu bukanlah sesuatu yang murah. Karena harga property dan bahan bangunan selalu naik tiap tahunnya. Sekarang kembali ke pembahasan, banyak pemilik rumah yang menawar harga terlalu murah. Tetapi berhati-hatilah jika anda menawar harga terlalu murah. Pemborong yang terdesak butuh proyek bisa saja meng “iya” kan. Namun iya di sini dalam tanda kutip. Tawaran yang terlalu murah bisa memaksa pemborong untuk “gambling”, gambling di antara 2 pilihan, untung atau rugi. Jika untung maka masih aman, namun jika sampai rugi, hal ini akan memicu pemborong untuk berbuat nakal, ujung-ujungnya yang paling parah adalah si pemborong kabur meninggalkan proyek.

Pada dasarnya pemborong / kontraktor adalah orang biasa yang bekerja untuk mencari untung. Tips dari saya adalah carilah harga yang terjangkau tapi masih masuk akal. Tuntutan harga yang terlalu murah akan beresiko. Jika anda ingin tahu perkiraan harga bangun rumah anda bisa baca di sini.

Maunya Bagus, Cepat, dan Murah

Ini adalah akumulasi dari beberapa faktor di atas. Siapa yang tidak ingin jasa yang bagus, cepat, dan murah? Semua orang juga mau, tapi apakah ini masuk akal? Pekerjaan bangunan itu berat, ongkos tukang mahal, harga material mahal. Mencapai harga murah untuk jasa bangun rumah itu saja sudah sulit, apalagi harus bagus dan cepat, maka saya katakan ini adalah proyek yang mustahil. Owner yang “nekat” ingin mencapai ketiga hal di atas pasti proyeknya akan bermasalah, bagaimana tidak? Karena keinginan tersebut adalah hal yang mustahil. Jika seandainya ada pemborong yang bersedia dengan ketiga tuntutan di atas, kemungkinan adalah pemborong yang terpaksa karena kepepet. Simple saja, jika sampai si pemborong rugi paling juga dia akan berbuat “nakal”, atau kabur…

So… jadilah owner yang cerdas dan manusiawi, sebaiknya anda juga perlu tahu seluk beluk soal bangunan. Supaya anda bisa mempertimbangkan apakah ini harganya realistis, bagaimana spesifikasinya, apakah pemborong itu orang yang kompeten atau tidak . Jadi jangan salah langkah pilih kontraktor / pemborong. Sebaiknya hindari masalah dalam proyek sebisa mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *